DPRD Tanya Soal “Si Cantik” dalam Internal JakPro, Ini Jawabannya

DPRD Tanya Soal “Si Cantik” dalam Internal JakPro, Ini Jawabannya DPRD Tanya Soal “Si Cantik” dalam Internal JakPro, Ini Jawabannya

BERITA – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menagih janji Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Widi Amanasto yang berjanji buat menghadirkan “Si Cantik”, yang disebut-sebut ekstra dalam karangan bunga antara Balai Kota, terkait dugaan nepotisme antara tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Namun, bentuk tubuh akan sudah dijanjikan ternyata tak agak dihadirkan dalam rapat lanjutan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, akan membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2023 di Grand Cempaka, Bogor, Jawa Barat.

“Mana janji, lu bawa Si Cantik?” tanya Pras kepada Widi, Kamis (3/11).

Menanggapi hal itu, Widi mengaku sudah membicarakan soal “Si Cantik” ini dekat internal JakPro bersama meminta Pras bagi membahasnya secara empat mata saja.

“Tadi barusan ketat di internal kita, saya cari siapa si cantik di sini. Nanti ngobrol memakai bapak langsung,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Pras tak terima dengan meminta Dirut JakPro itu menjelaskan secara terbuka soal “Si Cantik” tersebut atas dalam erat Banggar agar dapat didengar secara populer.

“Saya nggak mau ngobrol-ngobrol, saya maunya di forum ini,” jenjangpnya.

Namun, Widi kemudian menyatakan bahwa tidak ada postur akan dimaksud berdasarkan keterangan ketimbang Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) JakPro M. Taufik, akan lagi disebut-sebut terdalam karangan bunga itu bersama ketimbang keterangan jajarannya akan lain.

“Saya kroscek langsung ke Direktur SDM adapun “si cantik” tadi, Pak. Itu dimelantaskan tidak ada pas sekali. Mohon nanti kalau ada era nanti kita cari lagi,” balasnya.

Di akhir, Ketua DPRD DKI itu kalakian mewanti-wanti kepada seluruh jajaran dempet JakPro agar jangan ada tindakan kolusi bersama nepotisme dempet internalnya.

Sebelumnya, tiga karangan bunga muncul lewat mengatasnamakan Kepala Divisi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (JakPro). Karangan-karangan bungan itu bertuliskan permintaan tolong kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi.

Tulisan dalam karangan bunga itu meminta dua pimpinan terbanter hadapan DKI itu untuk menyelamatkan PT JakPro dalam nepotisme. Tiga karangan bunga itu diketahui muncul hadapan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/11).

“Kami 20 Kadiv baru JakPro mohon maaf telah menjadi bagian dari nepotisme,” tulis hadapan dalam luput satu karangan bunga.

Dalam karangan bunga lain, disebutkan bahwa Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) JakPro M Taufiq adalah pihak yang bertanggung balas atas nepotisme terkandung. Diketahui bahwa tiga karangan bunga itu sudah ada sejak pukul 09.00 WIB dalam sisi sebelah kiri Pendopo Balai Kota.

Tulisan karangan bunga itu menyebut, M Taufiq dinilai belaka bekerja kepada “si cantik” tanpa menyebut secara lebih rinci. Karena itu, para pengirim, meminta akan Heru bersama Prasetyo kepada menempatkan pemimpin bahwa mau berjuang demi Jakpro.

“Direktur SDM Jakpro biang keladi,” tuturnya.